Minggu, 20 Februari 2011

PENAMAAN DNS

Diagram kerja DNS
Dimisalkan ada client yang menanyakan "berapa alamat ip dari www.itb.ac.id ?" Pertanyaan ini dilemparkan ke DNS server lokal. Dengan segera DNS server lokal memeriksa databasenya. Kemudian ternyata www.itb.ac.id tidak terdapat didalam databasenya. Lalu ia memeriksa cache. Bila ada, jawaban lansung diberikan ke client. Tapi bila tidak ada, maka ia akan mencari jawabannya ke root DNS. Root DNS pasti mempunyai database yang dimaksud dan memberikannya ke DNS server local dan pada akhirnya diberikan ke client tadi.

Root DNS ini memuat seluruh daftar nama yang ada di dunia. Dan Root DNS ini tidak hanya terdiri dari satu server melainkan sekitar 13 server yang diletakkan di seluruh dunia.

Secara garis besar pembagian domain dunia memakai dua jenis. Yang pertama berdasarkan jenis institusi, antara lain :

· .com untuk organisasi komersial

· .org untuk organisasi non-komersial

· .edu untuk institusi pendidikan

· .gov untuk organisasi pemerintahan

· .mil untuk kalangan militer

· .net untuk penyelenggara jasa internet



Jenis pembagian kedua adalah berdasarkan negara , misalnya indonesia adalah .id. Sebenarnya domain negara akan digagi lagi menjadi sub-domain berdasarkan jenis institusi. Kita ambil contoh untuk negara kita ,domain id dibagi lagi menjadi beberapa subdomain, antaralain :

· .co.id, contoh :republika.co.id

· .ac.id contoh :itb.ac.id

· or.id contoh : linux.or.id

· go.id contoh : depnaker.go.id

· mil.id contoh: kopassus.mil.id

dan di Indonesia diubah sedikit menjadi : co.id .or.id ac.id .go.id dan mil.id . Pembagian ini didasarkan kepada jenis institusi yang meminta nama domain.



Selain itu, penyusunan domain dibuat bertingkat dan mempunyai hirarki tertentu. Domain-domain diseluruh dunia sangat banyak dan tidak mungkin semuanya ditampung oleh ROOT DNS. ROOT DNS hanya memegang 'kepala' dari domain tertentu.

Proses “request” ke DNS server dapat dianalogikan sebagai berikut:

Menteri Pendidikan Nasional ditanyai oleh Dubes Afganistan tentang kondisi pendidikan di jurusan teknik elektro ITB. Tentunya pak menteri tidak tahu persis tentang kondisi jurusan tersebut, oleh karena itu ia menghubungi rektor ITB yang merupakan bawahan beliau. Kemudian pak rektor menghubungi ketua Fakultas Teknologi Industri yang membawahi jurusan teknik elektro . Ketua fakultas kemudian menghubungi ketua jurusan teknik elektro. Nah ketua jurusan tersebutlah yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa ketua jurusan menjawab pertanyaan bukan beradasrkan permintaan sang dubes tetapi berdasarkan permintaan ketua fakultas , ketua fakultas dari rektor dan seterusnya.

Menurut analogi diatas mendiknas sebagai ROOT DNS, rektor ITB adalah DNS yang memegang domain .id dan ketua Fakultas Teknologi Industri adalah yang membawahi domain ac.id . Dalam kasus ini ROOT DNS hanya tahu kemana mencari DNS server yang menangani penerjemahan domain .id, dia tidak tahu dimana dimana DNS server yang menangani domain ac.id. DNS yang menangani domain .id tahu kemana mencari DNS server yang melayani domain ac.id , DNS server yang menangani domain ac.id tahu kemana mencari DNS server yang menangani domain itb.ac.id dan seterusnya . Dari sini terlihat ada pendelegasian tugas dari atas ke bawah.


FQDN dan PQDN
Fully Qualifed Domain Name (FQDN)

Fully Qualifed Domain Name (disingkat menjadi FQDN), dalam sistem penamaan domain Domain Name System (DNS) merujuk kepada nama bertitik yang dapat mengidentifikasikan sebuah host Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) di dalam jaringan dan Internet. FQDN juga sering disebut sebagai Absolute Domain Name. FQDN didiskusikan dalam RFC 1035, RFC 1123 dan RFC 2181.

Sebuah FQDN dari sebuah host mengandung nama host miliknya digabungkan dengan nama domain (dan subdomain) di mana host tersebut berada, yang kemudian dipisahkan dengan menggunakan tanda titik (.). FQDN umumnya digunakan di dalam Uniform Resource Locator (URL) yang digunakan untuk mengakses halaman web di dalam jaringan dan Internet dan membuat path absolut terhadap ruang nama (namespace) DNS ke host target di mana halaman web tersebut berada. FQDN berbeda dengan nama domain biasa karena FQDN merupakan nama absolut dari domain, sehingga sufiks domain tidak perlu ditambahkan.


Contoh FQDN: untuk sebuah nama FQDN id.wikipedia.org, dapat diambil pernyataan bahwa id merupakan nama host, dan wikipedia.org merupakan nama domain-nya. Panjang maksimum dari FQDN adalah 255 bits.

Partially-Qualified Domain Name (PQDN)

Ada juga beberapa situasi di mana kita dapat merujuk ke perangkat yang menggunakan spesifikasi nama lengkap. Hal ini disebut Partially-Qualified Domain Names (PQDNs), yang berarti bahwa nama itu hanya sebagian menentukan lokasi perangkat. Menurut definisi, PQDN adalah ambigu, karena tidak memberikan path lengkap ke domain. Jadi, satu-satunya dapat menggunakan PQDN di dalam konteks sebuah domain induk tertentu, yang mutlak nama domain dikenal. Kita kemudian dapat menemukan FQDN dari sebuah nama domain tertentu-sebagian dengan menambahkan nama parsial ke nama absolut dari domain induk. Sebagai contoh, jika kita memiliki PQDN "Z" dalam konteks FQDN "yx", kita tahu FQDN untuk "Z" adalah "Zyx"

Membedakan FQDNs dan PQDNs dalam DNS

Saya sebutkan di topik sebelumnya bahwa tanda titik untuk domain root null biasanya dihilangkan. Hal ini berlaku dalam bahasa umum, dan ketika pengguna menentukan nama domain dalam sebuah aplikasi, Anda tidak menggunakan tanda titik di browser Web Anda misalnya. Namun, dalam DNS itu sendiri, dot digunakan untuk membedakan secara jelas FQDN dari sebuah PQDN dalam file master DNS. Hal ini memungkinkan kita untuk menggunakan kedua FQDNs dan PQDNs bersama-sama.. Dalam contoh di atas, "apel" akan mengacu apple.cs.widgetopia.edu. "," Tetapi "apple.com." Akan mengacu pada nama domain yang memenuhi syarat-sepenuhnya untuk Apple Computer, Inc Anda harus berhati-hati tentang mengawasi titik-titik di sini, karena "apple.com" (tidak ada periode trailing) akan PQDN, dan akan lihat "apple.com.cs.widgetopia.edu.", dan bukan domain dari Apple Computer.

0 komentar: